banner 728x250

Kontraktor di Morut Mengaku Setor Puluhan Juta ke Oknum yang Catut Nama Bupati.

Foto illustrasi
banner 120x600

MORUT- Frans mengaku kesal karna dibohongi janji proyek oleh seorang rekanan inisial N di Morowali Utara (Morut). Bahkan Frans mengaku telah menyetor uang untuk memuluskan proyek tersebut.

Foto: 2 kwitansi bukti setoran

Dipenghujung tahun 2023 media ini menerima pengakuan Frans kontraktor di Morowali Utara (Morut) jika ia menyetor uang senilai 50 juta dalam 2 kali, kepada oknum inisial N yang menurutnya adalah orang dekat.

“Ada orangnya Bupati kemarin, saya punya uang pribadi, sudah kasih pertama 40 juta habis itu minta lagi 10 juta. Ada bukti kwitansi. Paket pertama sekolah habis itu rabat depan rumahnya sampai sekarang tidak pernah ada. Janji kasih pulang uang sampai sekarang tidak ada. Nanti sebentar saya foto kwitansi,”ujar sumber terpercaya media ini (26/12)

Dalam kwitansi yang dikirimkan Frans ke media ini, setoran penerimaan uang tertulis setoran pinjaman uang pekerjaan jembatan gantung pada tanggal 05 Juli 2021 senilai 40 juta. Kemudian setoran paket sekolah di Mori Atas pada tanggal 13 Juni 2023 senilai 10 juta diterima oleh N.

“Dia janjikan paket lagi, dia bilang orangnya Bupati dia,” tulis Frans

Frans yang kesal tidak juga mendapat proyek yang sesuai harapannya memilih membawa kasus ini ke Polres Morowali Utara. Sebab menurutnya selain janji paket. Sertifikat lahannya di pinjam gadai oleh N ke salah satu pengusaha dan sampai saat ini tidak ditebus.

‘Saya sudah ke Polres dan akan dihubungi dia, dia pinjam sertifikatku juga jadi jaminan di gadaikan. Perjanjiannya kami 1 minggu sampai sekarang tidak ada. Itu proyek dia jual-jual nama Bupati sampai sekarang tidak ada,”ujar Frans

Dua orang tersebut diketahui sama-sama merupakan rekanan di kabupaten Morowali Utara.