banner 728x250

Transaksi Seks ‘Open BO’ Michat Berujung Maut di Morowali.

Foto: Illustrasi michat
banner 120x600

MOROWALI- Aparat Polres Morowali, baru saja mengungkap kasus pembunuhan perempuan yang mayatnya ditemukan membusuk di salah satu rumah di Bahodopi. Kamis (16/11/2023) sekitar pukul 20.30 wita. Pembunuhan itu rupanya dilatarbelakangi praktik prostitusi online atau yang populer disebut juga dengan open BO.

Istilah open BO saat ini memang cukup familiar dipakai di dunia prostitusi. Open BO yang merupakan singkatan dari open booking out kerap diartikan sebagai pemesanan jasa prostitusi secara online.

Pelaku pembunuhan perempuan di salah satu rumah warga, diringkus aparat Polres Morowali pada Jumat (24/11/2023). Pelaku H alias S (30 tahun) tega menghabis korban R (23 tahun) setelah keduanya terlibat perselisihan karna korban meminta pembayaran sesuai pembicaraan dalam aplikasi Michat namun pelaku menolak karna belum melakukan apa-apa, namun korban mengancam berteriak.

“Motifnya sendiri adanya perselisihan antara korban dan pelaku, dimana pada saat itu korban meminta bayaran sesuai pembicaraan lewat michat namun pelaku tidak mau di karenakan pelaku belum melakukan apa-apa, namun korban tetap memaksa dan mengancam untuk berteriak dimana korban sudah dalam keadaan telanjang,”ujar Kapolres Morowali AKBP Suprianto (25/11)

Kapolres Morowali mengatakan kronologis ini bermula saat pelaku melihat aplikasi michat dan langsung chat dengan korban R. Pelaku dan korban sepakat pembayaran 500 ribu sekali kencan.

Pelaku kemudian pergi ke rumah warga inisial A yang tengah di tinggal oleh pemiliknya. Melalui jendela pelaku masuk kemudian menghubungi korban untuk datang. Korban R yang datang ke rumah kosong itu kemudiaan bertemu pelaku.

Saat pertemuan inilah keduanya berselisih soal kesepakatan kencan. Korban yang mengancam berteriak membuat pelaku panik menutup mulut dan menindis korban. Pelaku juga mengambil kabel colokan mengikat tangan korban, dan mengambil ikat pinggang mengikat kaki korban.

Kini pelaku harus mendekam dalam penjara dan terancam pidana 7 tahun penjara.